Suara Kota Kecil Dari Pulau Bunga

25. March, 2013 Wisata dan Budaya

Oleh : Rosa Dalima Domingga. D

Reporter LPP RRI Ende

Data Diri Kota Ku  

 

Ende . Sebuah kabupaten yang  tepat berada di tengah Pulau Flores , dan membelah Pulau yang dijuluki kaum Portugis dengan sebutan “ Pulau Bunga “ menjadi 2 bagian . Dengan posisi strategis berada di tengah-tengah, menjadikan kota itu  senantiasa ramai dilewati berbagai jenis kendaraan yang menuju ke arah barat maupun timur pulau Flores. Ada 2 suku besar yang menjadi penduduk asli kabupaten Ende   ,yakni suku Ende ( untuk masyarakat yang bermukim di pesisir selatan Kabupaten Ende) dan suku Lio ( Untuk masyarakat yang bermukim di pesisir utara kabupaten Ende) .

Jumlah penduduk kabupaten Ende adalah 263 ribu 106 jiwa  ( Data Dinas Kependudukan Kabupaten Ende , per Januari 2012   )  tersebar di 21 kecamatan. Karakter jiwa masyarakat Ende yang sangat terbuka  menerima para pendatang, menjadikan kota Ende disebut-sebut miniatur Indonesia.Hal ini dapat dimaklumi karena berdasarkan sejarah peradabannya ,penduduk Ende merupakan campuran dari orang Sumba, Bima atau Sumbawa, Pijo dan Makasar. Bahkan pengaruh Makasar sangat jelas yang dapat dilihat dari busana daerah suku Ende – Lio yakni baju bodo ( atasan pakaian wanita Ende- Lio) .

Ende hanya ditempuh dalam waktu 45 menit terbang  dari Ibu kota Propinsinya NTT – Kupang , dan kurang lebih 2 jam dari Pulau Dewata Bali menuju ke Bandara Haji Hasan Aroebusman Ende.

Anugerah Terindah

            Ende dikarunia pemandangan alam yang indah,pantai berkerikil  hijau dan biru -  penggajawa , kota yang sejuk, damai dan tingkat kerukunan kehidupan umat beragamanya menempati peringkat nomor satu di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Campuran dari berbagai suku diawal kemunculannya sebagai kota Ende , telah menghasilkan watak dan perilaku masyarakat Ende yang melihat  perbedaan adalah  PELANGI .

Memandang  pelangi  sebagai perbedaan  yang indah , tidak salah jika yang Maha Kuasa kembali memberikan satu peran besar untuk  Ende . Kampung  nelayan Ende ,  80 tahun lalu telah dipilih Sang Pencipta Jagat Raya , sebagai tempat Bung Karno mengilhami, merancang dan merumuskan 5 butir falsafah negara yang disebutnya PANCASILA  untuk Indonesia yang majemuk.

Dibawah  POHON SUKUN  yang rimbun, menghadap ke samudra luas di depannya, Soekarno katakan: sebuah kekuatan gaib telah menyeret ku kesana hari demi hari. Aku melihat pekerjaan Tri Murti dalam tunas berkecambah, dikulit kayu keabu-abuan itu …… .  Alur cerita yang terjadi dibawah Pohon Sukun tersebut, telah dinyatakan oleh masyarakat Ende sebagai RAHIM PANCASILA.  Ende kini mengklaim dan mulai mengukuhkan dirinya dimata nasional sebagai KOTA PANCASILA ,  dimana PANCASILA DI KANDUNG DI ENDE , untuk kemudian dilahirkan di  JAKARTA pada tanggal  01 JUNI 1945.

Kompleks Pohon Sukun, telah dibangun sebuah patung Bung Karno oleh pemerintah kabupaten Ende, dan menamakannya:  Taman Permenungan Bung Karno, telah menjadi salah satu obyek wisata sejarah di kota Ende. Demikian pula halnya Rumah tempat Bung Karno menetap selama menjalani masa pembuangan yaitu : SITUS RUMAH BUNG KARNO.

KELIMUTU : Satu-satunya danau dengan 3 warna di dunia yakni Merah, Hijau Tosca  dan warna Hitam , ada di Ende. Nama danau ini diberi sesuai dengan nama gunung yang  ke- 3 kawahnya menampung 3 cairan berbeda warna itu ,telah membius miliaran  manusia dari berbagai belahan dunia. Danau Kelimutu merupakan fenomena alam dengan terus berubah-ubah warna tanpa bisa diprediksi kapan terjadinya . Bahkan beberapa kalangan mempercayai adanya hubungan perubahan warna danau dengan berbagai peristiwa yang terjadi di suatu negara termasuk Indonesia dan kabupaten Ende Khususnya.

 Kelimutu telah  menjadi nafas, jiwa serta kebanggaan oleh masyarakat Ende  , di mata dunia internasional. Kebanggaan juga ditunjukan bangsa Indonesia , dengan mencantumkan gambar Danau kelimutu pada lembaran uang pencahan 5 ribu rupiah beberapa tahun silam.

 Danau 3 warna ini juga bahkan digunakan namanya oleh Sang Proklamator sebagai nama klub Tonel – Sandiwara yang dibentuknya ,selama menjalani hari-hari pengasingan  di Ende yakni  Klub Kelimutu . Pohon sukun dengan ceritanya  dan  danau 3 warna Kelimutu, selamanya akan menjadi satu-satunya di Indonesia ,tidak tergantikan oleh apapun  dan abadi menjadi anugerah terindah bagi Ende . 

Suara Di Tengah Heningnya Ende

Hari Selasa Pagi . Jarum jam menunjukan angka  9 waktu Ende, tepatnya tanggal 16 Juli 2002 . Suara Ema Latunusa penyiar RRI Kupang untuk pertama kalinya terpancar keluar melalui pemancar  Radio Republik Indonesia – RRI Ende . Disaksikan Direktur Penyiaran RRI Beny Kusbaini , Bupati Ende Drs. Paulinus Domi dan Kepala Stasiun Almarhum Drs. Pieter Erasmus Amalo , Perempuan asal Ende  Fatima Ramba  selaku operator studio saat itu, mulai menghentak heningnya langit Ende dengan berbagai tembang – tembang indah  , dari Jalan Durian Nomor .01, Ende-Flores-NTT.

Mengudara melalui frekwensi AM  783 kHz dan  FM 100,50 MHz untuk programa 1 serta  FM 104,80 dan  92,20 MHz untuk program 2, berbagai informasi, pengetahuan dan hiburan terus disuguhkan para angkasawan-angkasawati RRI Ende dengan penuh pengabdian 19 jam dalam sehari . Dari bumi Kelimutu suara-suara indah nan merdu di balik studio terus menyapa para pendengarnya yakni  masyarakat Ende, Ngada, Sikka, Sabu , Rote, Manggarai, Nagekeo, Sumba Timur dan Sumba Barat.

10 tahun menancapkan tonggak pemancarnya di kota sejarah, beragam prestasi ditorehkan para penghuni RRI Ende. Meraih Juara 1 Investigasi Reporthing dan 10 Besar Program Anak Cerdas Indonesia – ACI pada ajang Swara Kencana 2009 , 10 besar Liputan Nelayan Pesisir dan 5 besar  Reportase 3 menit pada ajang Jamsinas pertama di Gorontalo ,serta Juara 3 Siaran Pedesaan Swara Kencana 2011, telah ikut mengangkat kata “ ENDE “ di mata nasional untuk bersaing dengan 76  nama lainnya se Indonesia.

RRI terus berupaya melalui berbagai program untuk memperpendek jarak antara masyarakat dengan para pemimpinnya. Mengajak para petinggi khususnya unsur muspida untuk terus merapat di RRI mengisi  program siaran Bupati Menyapa setiap hari Sabtu, DPRD Menyapa setiap Jumat, dan Kapolres Menyapa setiap Rabu pagi serta Siaran TNI setiap Jumat sore. Demi tetap menjaga kekompakan dan kesehatan angkasawan angkasawai, setiap Jumat digelar olah raga bersama  warga sekitar RRI melalui Senam Kesehatan Jasmani.

 LPP RRI Ende Di Angka 2012

Rombongan dari rekan- rekan LU RRI Jakarta menjadi tamu pertama di tahun 2012  tepatnya di Bulan Februari . Berbaur, bercanda dan berbagi pengelaman bersama rekan seperjuangan di bawa panji RRI mengawali senyum di tahun yang penuh tantangan dan kerja keras. Danau Kelimutu 3 warna menjadi agenda utama untuk dinikamti dan menjalin keakraban sesama angkasawan angsawati . Anugerah terindah yang menyatukan kami semua dipuncak Kelimutu yang angkuh dan berkabut, namun mampu membekas dalam setiap sanubari pengunjungnya .  Keajaiban 3 kawah berwarna   kian sempurna, tak kala kaki-kaki letih dimanjakan dengan terapi kolam air panas Detusoko, setelah pegal mendaki ratusan anak tangga ke puncak Kelimutu terobati.

Kelimutu telah menjadi gravitasi super bagi RRI Ende,  ketika menarik  rekan-rekan se tanah air untuk datang, berkunjung dan melihat Ende. Strategi ini terbukti , ketika tak lama berselang, kunjungan dari RRI Jakarta kembali menyambangi Ende. Tepat di bulan Maret Kepala RRI Jakarta Ibu Dra. Ersna Prahesti,M.M bersama Kabid programa Naswin Ahmad ,S.Sos dan Kabid Teknik Martoyo datang untuk pertama kalinya di pulau bunga . Danau Kelimutu kembali menjadi suguhan pertama untuk memanjakan mata melihat salah satu keajaiban dunia , menyusul kunjungan ke situs Bung Karno dan Taman Permenungan Bung Karno Pohon Sukun.

Memasuki tahun 2012 , LPP RRI Ende mulai menjalani  babak baru dalam kiprahnya untuk masyarakat Ende.  Diskusi Publik dengan tema “ Merajut Kebhinekaan Indonesia Melalui Siaran RRI “ pada tanggal 21 April , menjadi langkah pertama kru RRI Ende dibawah komando Kepala Stasiun Hj. Henny Mulyani,S.Sos.M.Si. Bertempat di studio 3 , Anggota Dewan Pengawas LPP RRI, Dra. Dwi Hernuningsih,M.Si

tampil sebagai narasumber bersama Bupati Ende Drs. Don Bosco M. Wangge,M.Si, Ketua DPRD Ende Ir. Marselinus Y.W.Petu dan Tokoh Perempuan Dra. Imaculata Fatima,M.MA. Sedikitnya 150 peserta diskusi  perwakilan dari berbagai elemen masyarakat yang diundang begitu antusias dan berpartispasi aktif dalam diskusi tersebut.

                Mengambil moment Kebangkitan Tuhan Yesus , seminggu kemudian RRI Ende menggelar kegiatan PASKAH BERSAMA  untuk pertama kalinya. Bersama keluarga besar dan masyarakat di sekitar kompleks RRI Ende, acara paskah bersama dipimpin oleh Pendeta Markus Raga,S.Th , dari gereja Syalom dan Romo Adolf Keo ,Pr   dalam oknsep ibadah Oikumene. Puji Dan Syukur Bagi Tuhan menjadi tema perayaan dalam doa dan pujian persembahan dari paduan Suara Bahana Sangkakala dan Vocal Group Petra.

Belum juga hilang rasa lelah, dan mengecap rasa bangga terhadap kinerja pertama, para angkasawan-angkasawati RRI Ende kembali ditantang akan satu rencana besar pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 01 Juni 2012. Tiga agenda kegiatan dalam rangkaian hari peringatan menjadi target utama RRI Ende masing-masing : Doa Bersama Malam Perenungan  dipimpin langsung oleh bupati Ende Don Bosco Wangge pada tanggal 31 Mei 2012 ,Diskusi Publik dengan tema Menjadikan Ende Sebagai Pusat Sejarah Pancasila Melalui Siaran RRI pada 01 Juni 2012 ,dan dilanjutkan dengan Siaran Pedesaan pada sore harinya  di Kelurahan Onekore Kecamatan Ende Tengah, seolah menjadi Himalaya baru bagi segenap kru RRI Ende untuk menaklukannya.

Menggandeng Pemerintah daerah kabupaten Ende dan 5 Organisasi Kepemudaan – OKP yang ada di Ende masing-masing PKKRI, GMNI, HMI, PMII dan BEM Universitas Flores, dan  RRI Ende berhasil mendaki puncak kesuksesan dalam perhelatan 01 Juni tersebut . Dukungan penuh tak kenal lelah dari dapur Dharma Wanita LPP RRI Ende yang setia memberi asupan gizi dan semangat kepada panitia. Suntikan semangat kepada kru RRI tak pernah ada habisnya. Para pemerhati dan pendengar setia dengan berbagai cara , telah banyak membantu  RRI Ende untuk selalu memberi,mengabdi dan melayani serta  meraih berbagai keberhasilan.

Pancasila Falsafah Negara

Seolah terbius akan cantiknya panorama Kelimutu atau mungkin ditarik suatu kekuatan gaib dari Pohon Sukun, Anggota Dewas LPP RRI Ibu Dwi Hernuningsih kembali menginjakan kakinya di tanah sejarah Pancasila Ende untuk kedua kalinya. Membaca Puisi berjudul Indonesia Jiwa Ku pada malam Doa Bersama di lapangan PERSE dan Kompleks  Taman Permenungan Bung Karno , Ibu Nuning dengan kuat menghipnotis sukma ribuan peserta untuk senantiasa menyimpan Indonesia di dalam sanubarinya masing-masing, hingga kembali kepangkuan pertiwi.

Sementara itu Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha LPP RRI Hasto Kuncoro,SH , mengambil peran sebagai narasumber pada diskusi Publik keesokan harinya, yang berlangsung masih di Kompleks Taman permenungan Bung Karno. Dihadapan Bupati Ende , unsur muspida dan ratusan peserta diskusi , Hasto Kuncoro dengan tegas menyatakan RRI bangga mendapat kesempatan untuk menyampaikan kepada Indonesia jika Pancasila di Ilhami di Ende. Terpal oranye pelindung terik siang itu,telah menjadi titik baru bagi peneduhnya, mendiskusikan tentang pancasila dengan segala ancamannya serta langkah apa yang harus ditempuh anak-anak negeri , agar pesan sang proklamator dalam mempersatukan republik ini tetap terjaga.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Indonesia Nusron Wahid pada sesi dialog Diskusi Publik 01 Juni  mengajak semua yang hadir sepakat untuk berziarah ke alam pemikiran Bung Karno, caranya melakukan revitalisasi artefak-artefak Bung Karno di Ende. Kebangkitan Pancasila kata Nusron Wahid , harus mulai dari Ende. Jangan beranggapan bahwa Pancasila telah mati, Pancasila masih ada, namun  hanya berupa zombie, jasadnya ada ,hidup namun rohnya tidak ada. Oleh karena itu kewajiban generasi Indonesia untuk menghidupkan kembali dengan belajar dari sejarah, dan jangan sampai monopoli seperti sekarang ini. Sementara itu Sekretaris Eksekutif Komisi Hak Konferensi Wali Gereja Indnesia – KWI  Romo Beny A. Susetyo kemukakan,bagaimana caranya agar Pancasila menjadi rumah bersama, tinggal diaktualisasikan . Yang menjadi masalah sekarang inipenghuni negeri ini belum bisa mengaktualisasikan saja.

Dukungan moril diberikan langsung oleh Direktur Utama LPP RRI Dra. Rosarita Niken Widiastuti,M.Si melalui telepon, kepada semua peserta diskusi, terlebih khusus bagi LPP RRI Ende dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ende. RRI sebagai radio perjuangan yang telah menjadi bagian dari sejarah kemerdekaan Indonesia, akan terus menyuarakan kepentingan publik termasuk didalamnya kepentingan publik Ende akan pengakuannya sebagai  RAHIM PANCASILA, kata Dirut Niken.

LPP RRI  Ende Di Mata Publik 

10 tahun menemani masyarakat Ende melalui udara, beragam tanggapan ditujukan kepada RRI Ende. Bupati Ende Drs. Don Bosco M. Wangge diberbagai kesempatan menyatakan apresiasi dan penghargaan kepada RRI yang dengan berbagai caranya telah ikut bersama pemerintah ikut membangun Ende Lio Sare Pawe( Ende Lio Elok dan Bagus )  dari hari ke hari.  RRI hadir melengkapi kebutuhan masyarakat Ende akan berbagai informasi dan pendidikan, terutama siaran pedesaan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat Ende dan mendukung Gerakan  Ende  Swasembada Pangan 2012 (membiasakan kembali masyarakat Ende konsumsi pangan lokal ). 

Ketua DPRD kabupaten Ende Marselinus Y.W Petu menanggapi soal keberadaan dan kiprah RRI Ende, jika Indonesia memiliki 4 pilar bangsa yakni Pancasila, UUD , NKRI dan Bhineka Tunggal Ika , maka dihadapan forum diskusi publik 01 Juni dengan lugas dia mengatakan , satu penambahan lagi untuk pilar bangsa Indonesia yang ke – 5 yaitu  RRI.  Berbagai kegiatan yang diprakarsai RRI Ende, telah menyentuh kepentingan publik Ende secara langsung dan membuka wawasan berpikir masyarakat Ende khususnya pendidikan politik. Kecerdasan berpolitik dan mengenal calon pemimpin secara benar di setiap laga pemilihan umum makin meningkat dari waktu ke waktu. RRI Ende masih menempati posisi nomor satu dihati masyarakat  untuk memperoleh berbagai informasi khususnya tentang kabupaten Ende.

Inisiatif menghadirkan ribuan umat pada moment Doa Bersama mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Nyonya Ratu Eda Jemaat Gereja Syaloom Ende mengaku sangat tersentuh. Semua umat Tuhan tak peduli dari keyakinan mana, etnis apa dan kelas sosial berapa, bersatu dalam keheningan malam terakhir bulan Mei, berdoa dan merenung akan kebesaran Tuhan akan tanah tercinta Ende, merefelksi  akan perjalanan Indonesia yang kian kompleks permasalahannya dan terpenting lagi melihat jauh kedalam bhatin masing-masing, apa yang sudah dilakukan untuk negara tercinta ini.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan perlindungan Masyarakat- Kesbangpolinmas kabupaten Ende Sebastianus Sukadamai secara terbuka menyatakan dirinya sangat bangga dimana 4 kelompok agama penghuni Ende , masing-masing Khatolik, Islam, Kristen Protestan dan Hindu  menyatu di bawah pohon sukun untuk menyampaikan doa-doa mereka. Dengan ujud doa yang disampaikan melalui Ketua PHDI Kabupaten Ende Anom Tryadnya , Ketua MUI Kabupaten Ende Djamal Humris, Pendeta Gereja Syaloom Ende, Selvi Raga dan Sekretaris Uskup Agung Ende, Romo Efraim Pea, Pr, secara tegas menyatakan kepada dunia, betapa kuatnya toleransi dan penghargaan antar umat beragama di kabupaten Ende. Dia berharap,Doa Bersama setiap 31 Mei malam di bawah pohon sukun, ditetapkan dalam sebuah regulasi agar bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahun,dan bisa menjadi agenda nasional

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende Nyo Kosmas mengawali tanggapannya tentang RRI Ende menyatakan apresiasi yang tinggi dan terima kasih atas partisipasinya selama ini dalam pembangunan di kabupaten Ende, khususnya pengembangan pariwisata di Kabupaten Ende. Kehadiran RRI memberi peran besar dalam usaha promosi terhadap potensi pariwisata di Ende,juga ikut terlibat aktif dalam beberapa kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata. Kegiatan 01 Juni kemarin katanya, RRI melalui siaran langsung mulai dari Doa Bersama, Apel Bendera , Diskusi Publik dan Dialog Interaktif Siaran Pedesaan, berdampak pada kepada seluruh masyarakat Ende dan juga Indonesia bisa mengetahui sejarah Pancasila khususnya tempat dimana Pancasila di Ilhami.

Seolah tak pernah lelah , terhitung mulai 8 Juni 2012 atau mulai di gelarnya Piala Eropa selama satu  bulan , RRI Ende kembali membuka gerbang yang luas bagi penggila bola di kota Ende dalam event “ Nonton Bareng RRI Ende “ hingga perhelatan Eropa itu selesai. Sejak malam pertama , ratusan bola mania dari berbagai penjuru kota Ende, memadati kompleks RRI Ende . Kegiatan Workshop Teater Cerita Rakyat Gambara Photo Award 2012    “ FLORES BANGKIT “  yang berlangsung di Aula studio 3 RRI Ende Jumat 15 Juni 2012 , bersama   Budayawan kondang  I Gusti Ngurah Putu Wijaya .

Ende …. kian menjadi misteri untuk diselami dan dirasakan.  Seolah ingin membuktikan kebenaran cerita para pengunjungnya.Dipertengahan bulan November,bumi Kelimutu kembali menerima pengagumnya dari kantor pusat yakni ini Kepala Pusbangdiklat LPP RRI ibu dokter hewan Awanda Erna, Kabag Litbang bapak Dedy Suparman dan Bapak Samino. Sekali lagi segenap angkasawan-angkasawati LPP RRI Ende ,memanfaatkan momentum ini dengan berbagai kegiatan. Kegiatan berjaringan Nasional Sambung Rasa di Pulau Ende menjadi kegiatan pertama bagi Bu Wanda dan teman-teman dari Jakarta.

Para nara sumber Dilaog Inter Aktif Sambung Rasa : Bupati Ende Don Bosco wangge, Kepala Pusbangdiklat Ibu Awanda Erna dan Ketua MUI Kabupaten Ende Haji Jamal Humris penuh semangat membelah tenangnya laut Sawu menuju Pulau Ende pagi itu.  Melawan rasa takut karena untuk pertama kalinya naik perahu , kru RRI dengan kapal nelayan di subuh itu bergerak menuju Pulau Ende.  Mengangkat Topik Dialog : Al Qur`an Bertinta Emas Harta Tersembunyi Di Pulau Ende , RRI Ende menempatkan dirinya  sebagai radio publik  yang sesungguhnya, dengan mengangkat, melestarikan dan mempublikasikan harta-harta karun tak ternilai ke mata generasi bangsa, dengan harapan ,….. warisan leluhur yang penuh pesan moral tidak dilupakan.

Seolah tak pernah  lelah , sore harinya Bupati Ende Don Bosco Wangge dan kepala Pusbangdiklat LPP RRI Ibu Awanda Erna , kembali mendatangi masyarakat  Ende untuk mendengarkan secara langsung suara dan harapan mereka.   Hari itu…. Senyum bahagia terpancar dari wajah-wajah penghuni tenda biru di pinggir pantai itu. Disambut tarian di gerbang  jalan masuk oleh generasi Tanjung , Ibu Awanda, Bupati Wangge dan Anggota DPRD  Heribertus Gani, takjub tak percaya… kalau  mereka begitu diharapkan, begitu dinanti-nantikan  dan harus siap menerima satu titipan suara lagi dari pesisir.

 Bertempat di Lingkungan Pu`Unaka kelurahan Tanjung Kecamatan Ende Selatan, Siaran pedesaan di gelar oleh Tim Siaran Pedesaan RRI Ende. Dengan presenter dialog Natalia Desyanti  “ Suara-Suara Dari Tanjung “ yang menjadi topik Siaran Pedesaan ….. terus berkumandang hingga suara Adzan memanggil dari kubah-kubah kecil  di Tanjung Iya.  Irama gambus khas irama pesisir menjadi pengiring setia saat syair-syair pantun dilafalkan.  Dan…tarikan nafas lega tanpa disembunyikanpun terpancar dari wajah segenap kru… ketika bapak Harun Abadullah menutup siaran senja itu, dengan satu pantun dari ratusan syair yang dimilikinya. Hari yang melelahkan… namun sempurna… ketika beranjak dihari masih gelap dan kembali pulang di saat  haripun sudah menjadi gelap.

Satu pembuktian pertama untuk masyarakat Pu`Unaka dari kami angkasawan angkasawati. 5 hari kemudian , kru RRI Ende kembali berbaur dengan masyarakat Tanjung dalam kegiatan penghijauan, masih di Lingkungan pu`Unaka yang kerap menjadi sasaran abrasi setiap musim barat tiba. Berbaur dengan Kodim 1602 Ende, Penyandang Cacat ,anak-anak PAUD, menjaga kelestarian alam dan keselamatan sesama menjadi point pertama yang harus didahulukan.

Sebagai bukti jika RRI berpihak pada kaum minoritas , Talk Shouw memperingati Hari Penyandang Cacat di gelar di Studio Multi Purpose RRI Ende. Bekerja sama dengan FIRD , RRI Ende mencoba menyamakan presepsi para pemangku kepentingan dan juga publik Ende, agar lebih peduli terhadap kaun divable dan kebutuhannya. Mencoba menggunggah nurani semua orang,untuk melihat kaum penyandang cacat sebagai bagian yang utuh di kelompok sosial masyarakat dan mengharagai kehadiran mereka sebagai ciptaan Tuhan sebagaimana adanya. Juga RRI ingin agar semua orang menyadari jika cacat bukanlah keinginan apalagi permintaan.

Hujan air mata mewarnai peringatan Hari Ibu . Dipenghujung  bulan terakhir tahun 2012, kembali satu moment penggunggah nurani kami hadirkan. Mengumpulkan semua  ibu-Ibu hebat di studio, menjadi sebuah perjuangan maha berat bagi kru. Di hari itu, kami ingin semua orang lebih khusuk untuk memahami Ibu bagi dirinya masing-masing. Bersama presenter senior Ety Bustami Muslih, Lady Badin penyiar pro 2 , Natalia Desyanti dan Llely Kara penyiar Pro 1 RRI Ende, mencoba menggali dan berbagi perasaan dengan ibu-ibu hebat.

Puisi “ Ibu Ku “ persembahan Putri Awalia dari MIN Ende ditengah acara Talk Show hari Ibu, meruntuhkan ego -ego anak negri sore  itu. Syair nan menyentuh dalam lagu Bunda persembahan Anggi Bintang Radio RRI Ende 2012, melengkapi cerita tentang sosok ibu. Dan…..hari itu juga …. 3 putri kecil Ende : Aryani , Cyndi dan Mega .… tersentak kaget tak percaya, jika mereka memiliki sosok ibu hebat, yang kini tengah berjuang di Malaysia, Singapur dan Arab sebagai TKW …demi kelanjutan hidup buah hati tercinta.

Sio mama…persembahan terakhir yang  menyentuh dari 3 penyiar RRI Ende, Armando…Lely Kara dan Desyanti…melengkapi kado sederahana penuh makna dari kami kru RRI….. Sapu Tangan Buat Mama……..  Sapu tangan yang telah menghapus ribuan tetes keringat , air mata dan air susu yang tumpah…. menjadi satu penutup yang manis diakhir cerita dari Ende.

“ Kembali satu anugerah terindah untuk Ende yang kecil diberikan, yaitu Radio Republik Indonesia Stasiun Ende, yang  tegak berdiri satu-satunya di Pulau Bunga “

 Ende akan tetap melekat dalam kenangan ku, karena berbagai alasan. Kata Bung Karno.

Bagaimana dengan anda ………………………….. ??????

Terima kasih dan salam Pancasila

 

 SAPU TANGAN BUAT MAMA

By : Rosa Dalima

 

Mama ….

Hari ini saya ingin memberi mu bunga

Tapi kalau sudah layu……. tidak  harum lagi

 

Saya juga ingin memberi mu seuntai kalung yang indah

Tapi kata mama…..

Tidak usah..karena kerutan dileher mama terlalu banyak

 

Saya ingin membeli jepit rambut yang cantik….

Tapi mama bilang ….

Rambut mama sudah putih semua dan tinggal sedikit

 

Saya ingin membeli sepasang sandal yang ada pitanya

Sekali lagi mama bilang …

Tidak usah  karena kaki mama , mudah keram sekarang

 

Lalu saya memberi mu  sesuatu tanpa bertanya..

                 Ini…..  SAPU TANGAN BUAT MAMA ….

Sapu tangan yang telah menghapus ribuan tetes air mata kehidupan

Sapu tangan yang telah membersihkan butiran-butiran keringat di kening mu

Dan….

Sapu tangan yang telah menampung jutaan tetes air susu yang pernah tumpah

 

                                                                        Selamat Hari Ibu  ,  Ma…..

                                                                        Mama Ku Hebat …. Mama Ku Segalanya

  ENDE, 22 DESEMBER 2012

 Slide Show Bisa Dilihat Di video Kilas Balik Kegiatan RRI Ende 2012